oleh

Warga Lalousu Protes Pengelolaan Dana Bumdes, Kades: Itu Lawan Politik

-FEATURED, KONAWE-8 dibaca

UNAAHA – Warga Lalousu, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe protes kepada pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Kepala Desa, terkait pengelolaan dana Bumdes yang di duga fiktif,  pasalnya warga menilai, sejak pencairan di bulan Januari 2018 belum dilakukan kegiatan Bumdes di Lalousu.

Saat dimintai informasi, salah satu warga Lalousu yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa sampai saat ini warga belum menerima bahkan sebagian warga tidak mengetahui adanya dana Bumdes tersebut.

“Kalau saya bahkan baru tahu pak,  kalau ternyata ada dana Bumdes karena saya tidak pernah di undang rapat untuk musyawarah terkait adanya dana Bumdes”, ungkapnya.

Selain itu, warga juga mengeluh karena yang mengelola dana Bumdes adalah anak Kades Lalousu yang bernama Eka, hal tersebut warga menilai, tidak sesuai lagi dengan prosedur teknis penyelenggaraan dana  Bumdes.

Sementara itu kepala desa Lalousu Tarno, saat di konfirmasi di kediamannya pada hari Kamis (6/6/2018), mengatakan, sampai saat ini belum ada kegiatan dana Bumdes karena barang yang dipesan dari surabaya belum tiba.

“Kegiatan dana Bumdes belum berjalan karena barang yang kami pesan dari Surabaya belum tiba, kalau soal protes warga itu hanya lawan politik saja”, ucapnya.

Ditempat berbeda, Ketua Bumdes desa Lalousu, Cucu, memberikan keterangan, bahwa dia telah mencairkan dana Rp 120 juta di bulan Januari 2018 dan telah menyerahkan dana itu ke Kades Lalousu untuk di transfer ke Surabaya diperuntukan pembelian bahan baku krupuk, dan masih tersisa 80 juta di kas.

“Setiap hari banyak pak warga yang datang kerumah saya untuk mempertanyakan  dana bumdes tersebut,  dan saya arahkan mereka kerumah pa kades saja karena bendahara Bumdes tinggal serumah dengan pa kades”. Ungkap wanita paruh baya yang juga Guru TK ini.

Sedangkan saat ditanya mengenai belum berjalannya kegiatan Bumdes, dia menjelaskan, hal tersebut selalu dia keluhkan ke Kades, tetapi Kades Lalousu selalu memberikan alasan bahwa keterlambatan realisasi bahan baku kerupuk karena faktor cuaca.

Mangkraknya kegiatan Bumdes, warga Lalousu mengecam akan melaksanakan demonstrasi dan melaporkan persoalan itu ke penegak hukum jika dana Bumdes Desa Lalousu tidak segera di realisasikan.


Reporter: Taufik

Terkini