oleh

Titin Nurbaya Saranani Tinjau Empat Desa Terdampak Banjir di Pondidaha

-KONAWE-28 dibaca

Reporter : Hasmar Tombili

UNAAHA – Meluapnya sungai di kecamatan Pondidaha mengakibatkan terendamnya rumah warga dan lahan pertanian di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra). Dampak dari meluapnya sungai itu, dua desa di antaranya terisolir.

Ketua PKK Konawe, Titin Nurbaya Saranani mengatakan untuk dua desa yang terisolir dan terparah berada di desa Sulemandara dan Ambuulanu, Satu satunya akses untuk menuju ke desa itu, harus menggunakan sampan atau perahu, karena kata dia, akses melalui darat sudah tidak bisa di lalui, karena desa tersebut sudah terkepung dengan air.

“Saat ini, warga sudah berada di pengungsian, bantuan yang di salurkan berupa sembako dan air bersih, Palang Merah Indonesia(PMI) juga berbagi,” kata Titin Nurbaya Saranani, Jumat 17 Juli 2020 di Unaaha.

Gunakan Sampan atau Perahu, tinjau desa terisolir

Istri Bupati Konawe ini menyebut, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Konawe terdampak banjir di kabupaten Konawe terdapat 12 kecamatan dan 21 desa dengan jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir 1671 KK.

“Untuk lokasi pengungsian di desa Ambuulanu ada dua titik satunya di penggilingan, untuk sementara di penggilingan baru sekitar delapan KK untuk posko dua terdapat pengungsi 19 KK,” bebernya.

Ia menambahkan sebagian warga masih belum meninggalkan rumahnya untuk menuju ke tempat pengungsian, dari total 140 KK, sisanya masih bertahan di rumah masing masing, namun kata dia, kondisi rumah warga seluruhnya sudah tenggelam.

“Bukan hanya rumah warga yang tenggelam, namun sawah warga juga jadi korban dengan ganasnya luapan sungai yang mencapai dua hingga tiga meter,” ujar Ketua PMI ini

Sebagaimana diketahui, empat desa di kecamatan pondidaha yang terdampak banjir diantaranya Desa Ambuulanu,Sulemandara, Lalonggotomi dan Ahuawatu. (c).

Terkini