oleh

Ta’awuno Tolaki Ziarahi Makam Leluhur di Konawe

-KONAWE-30 dibaca

Reporter : Hasmar Tombili

UNAAHA – Segenap Pengurus Pusat kabupaten dan kota, Tiari Ana Wonua No Tolaki ziarahi makam leluhur Konawe, Raja Konawe Lakidende di Arombu dan Perdana Menteri Kalenggo serta istrinya di Puunaha, Sabtu 25 Juli 2020. Dalam ziarah di kedua makam leluhur itu, Ta’awuno Tolaki di dampingi oleh dewan sara sejarah kebudayaan Tolaki Konawe.

Ta’awuno Tolaki di dampingi oleh dewan sara sejarah kebudayaan Tolaki Konawe

Taali, selaku dewan sara atau guru besar, tiari ana wonua no tolaki mengatakan generasi muda harus menghormati para orang tua dan ikut serta menjaga dan melestarikan cagar budaya suku Tolaki yang mulai pudar, seiring dengan perkembangan zaman.

“Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur raja-raja Konawe, yang sudah berjasa dalam memimpin kerajaan Konawe pada waktu itu,” tuturnya.

Sementara itu, Zulkifli selaku Ketua umum Tiari Ana Wonua No Tolaki dari dewan pimpinan pusat yang telah menginisiasi kegiatan ini sehingga bisa terlaksana menjelaskan antusias generasi muda sangat baik melalui hadirnya Lembaga Ta’awuno Tolaki Sultra.

Tiari Ana Wonua No Tolaki menziarahi makam leluhur Konawe

Ia berharap kegiatan ziarah ini mengingatkan generasi selanjutnya bahwa kegiatan religi ini, bisa menanamkan cara berpikir kita yang hidup sekarang, pasti akan seperti orang yang mendahului kita.

“Semoga kegiatan di makam situs budaya ini, dapat memacu keinginan yang tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mencintai dan melestarikan adat budaya suku Tolaki pada umumnya,” ujarnya.

Tiari Ana Wonua No Tolaki

Ia menerangkan generasi sekarang dapat mencetak sejarahnya sendiri dan tidak terus menerus tergantung pada orang tua sendiri. kata dia, generasi muda harus menjaga dan melestarikan kebudayaan kita suku Tolaki, dan ini merupakan langkah awal untuk terus melestarikan cagar budaya Tolaki yang sudah mulai hilang, dimakan oleh zaman modern.

Ia menyebut, dengan berziarah ke makam leluhur dapat juga mengingatkan kita sebagai generasi penerus estafet pembangunan daerah, dan mengingatkan kita akan kematian karena semua akan menghadap kepadaNya.

Menurutnya, bukan berarti menziarahi makam itu untuk meminta-minta sesuatu, namun lebih kepada mendoakan leluhur kita juga sebagai bentuk penghormatan dalam mengenang jasa-jasa mereka.

“Kita juga harus terus bersilahturahmi pada orang-orang tua kita, serta meminta restu dari mereka demi melestarikan cagar budaya,” tutupnya.

Terkini