oleh

Kecamatan Latoma Bakal Jadi “Pilot” Desa Digital di Konawe

-KONAWE-356 dibaca

Reporter : Hasmar Tombili

UNAAHA – Sebanyak 10 Desa di Kecamatan Latoma Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan pelatihan dan pengelolaan website domain desa.id. dengan mendatangkan pemateri dari Kementrian Desa. Rencananya kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari bertempat di Hotel Sri Rahayu Kecamatan Unaaha, Sabtu 18 Juli 2020.

Pemateri dari Direktorat Pembangunan Kawasan Pedesaan, Kementrian Desa (Kemendes), Muliadin Malik mengungkapkan Kecamatan Latoma akan menjadi pilot bagi desa desa khususnya di kabupaten Konawe menuju Indonesia cerdas.

“Kecamatan Latoma kita akan awali dari smart village menuju desa digital dan pada akhirnya Indonesia akan cerdas,” kata Muliadin Malik di Hotel Sri Rahayu.

Kata dia, persoalan desa ini menjadi tanggungjawab bersama banyak pihak. Olehnya itu, membangun desa perlu diawali dengan membuat website desa khususnya Desa-desa di Konawe dimana pemerintah telah menyiapkan portal desa.id.

“Ini kesempatan bagi desa desa untuk mengembangkan websitenya. Nantinya akan tergambar seluruh potensi potensi desa yang ada di desa itu sendiri sehingga masyarakat bisa lebih mudah mengakses informasi di desa itu sendiri,” urainya.

Ia menjelaskan dengan adanya sumber daya alam, desa bisa dikembangkan sehingga dengan adanya website desa, hal itu bisa di publikasikan sehingga nantinya potensi di desa itu akan lebih di kenal.

Muliadin Malik menuturkan website desa nantinua dapat mengedepankan sistem informasi desa, menuju desa cerdas salah satunya persoalan pelayanan digitalisasi yang akuntabel, transparansi dan partisipatif.

Menurut dia, di era pandemi ini digitalisasi menjadi hal yang sangat penting seperti melakukan pertemuan secara virtual memanfaatkan website desa tersebut.

“Jadi kita harapkan kecamatan Latoma bisa menjadi pilot bagi desa desa lain di kabupaten Konawe. Kemendes akan mendukung dan menfasilitasi kemajuan desa itu sendiri,” urainya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan pelatihan itu, perwakilan masing – masing desa 3 orang, total 30 orang yang mengikuti pelatihan. Selain itu, turut hadir perwakilan dari Dinas Pemerintah Masyarakat Desa (PMD), Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI), Pendamping Lokal Desa (PLD) dan TA. (b).

Terkini