oleh

Darurat Corona, Satgas Covid-19 Imbau Warga Sadar Diri Lapor di Dinkes Konawe

Reporter : Hasmar Tombili

Unaaha – Ketua Satuan Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Konawe mengumumkan Konawe dalam status darurat penyebaran Corona virus Desease (covid-19), Kamis 17 September 2020.

Status darurat itu di karenakan banyaknya warga dari wilayah Konawe dan beberapa kabupaten lain yang turut hadir dalam mengantarkan jenazah almarhum DK ke liang lahat.

Sesuai database sementara yang di kumpulkan oleh Gugus Tugas Covid Konawe melalui Pemerintah Kecamatan Unaaha, terdeteksi kurang lebih 200 orang yang hadir dalam pemakaman tersebut.

Pelayat itu bukan hanya warga masyarakat Konawe saja, melainkan ada juga warga dari Kabupaten Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Timur dan Juga dari Kota Kendari.

“Mereka mereka inilah yang pulang, akan membawa masalah baru di wilayah masing masing itu,” kata Ferdinan Sapan selaku Ketua Gugus Covid Konawe.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di wilayah konawe, gugus tugas telah melakukan koordinasi pemerintah Kecamatan, kelurahan bahkan di tingkat desa untuk mendeteksi warganya yang sempat hadir dalam acara pemakaman almarhum DK.

“Ini kita akan tracking lagi, bahkan akan berkali lipat lagi jumlahnya dalam waktu tertentu, nah ini membuat kita menjadi lebih sulit menangani masalah ini,” jelasnya

Ferdinan yang juga Sekda Konawe itu menyampaikan terkait dengan prosedur penanganan jenazah terduga Covid – 19, dasar hukumnya sudah sangat jelas, baik itu SK Menteri Kesehatan, Keputusan Kepala BNPB serta Fatwa MUI dan lain lain.

“Artinya bahwa hal hal seperti ini tidak perlu terjadi, ini merupakan kasus kedua yang terjadi di Sulawesi Tenggara ( Sultra). Kasus pertama syukur jenazah itu tidak terkonfirmasi positif Corona. Tapi kali ini kasus yang kedua, ini terkonfirmasi positif. Dampaknya apa, akhirnya dari satu orang, akan merembet pada 200 lebih pelayat kemarin di kelurahan Arombu,” tutupnya.

Sementara itu, Dirut BLUD RS Konawe dr Agus Lahida secara medis menjelaskan almarhum DK masuk pada tanggal 14 September 2020 di IGD RS Bhayangkara sebelum di rujuk ke RS Bahteramas. Pada hari yang sama, almarhum di rujuk ke RS Bahteramas, dengan diagnosa Dyspnea atau sesak nafas.

Kemudian di RS Bahteramas dalam perawatan IGD, almarhum itu diduga ada infeksi virus sehingga dilakukan pemeriksaan swab.

“Nah pada pukul 03.00, malam yang sama almarhum DK menghembuskan nafas terakhir di IGD RS Bahteramas. Tetapi hasil swab yang diambil pada malam itu belum keluar,” ucapnya

Informasi dari RS Bahteramas, keluarga pasien almarhum Darmin Koni, memaksakan untuk di bawah pulang, ini disampaikan pada petugas IGD Bahteramas.

Kata Agus Lahida, walaupun petugas sudah memberikan penjelasan sebaiknya menunggu hasil swab, keluarga bersangkutan pun bertandatangan untuk membawa pulang almarhum secara paksa.

“Memang mekanisme ada yang lebih tinggi dari itu, pihak rumah sakit bisa menahan, untuk menunggu hasil swab. Dan swab itu harus di konfirmasikan lebih cepat,sehingga hasilnya di dahulukan. Karena ini Post Mortem kasusnya meninggal, sehingga pihak rumah sakit mempercepat pemeriksaan yang bersangkutan,” ujar Agus.

Untuk diketahui, almarhum Darmin Koni sudah di kuburkan oleh keluarga sebelum hasil swabnya keluar pada tanggal 15 September 2020, pada pukul 03.00 sore dengan status konfirmasi positif Corona. (2).

Terkini