Ancam Blokir Gudang Bulog di Tuoy, Wabup Konawe: Saya Kasih Waktu 4 x 24 Jam

Reporter: Muh. Ardiansyah R.

KENDARI – Pemerintah Kabupaten Konawe mendesak Perum Bulog Divre Sulawesi Tenggara (Sultra) membeli gabah kering panen dari petani di Konawe agar petani tidak merugi akibat ancaman Covid-19.

“Kalau mereka membeli sekarang gabah kering panen, mereka akan menyelamatkan kita punya petani dalam kondisi covid-19 seperti sekarang. Siapa lagi yang bisa menyelamatkan petani kita hanya Bulog dalam kondisi ini,” tegas Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara saat dihubungi MEDIAKENDARI.com, Senin, 18 Mei 2020.

Menurut Gusli, gudang Bulog yang berada di Mataiwoi, Kabupaten Konawe memiliki dryer atau alat pengering sehingga dapat menyimpan gabah kering. Gunanya, agar saat krisis pangan, gabah kering tersebut dapat bertahan hingga enam bulan.

“Nanti enam bulan baru bisa digiling lagi, dan itu bisa menjadi beras lagi dan bisa bertahan selama enam bulan, sehigga bisa sampe satu tahun. Untuk menyelamatkan harga kalau Bulog membeli gabah itu tidak cepat rusak,” ungkapnya.

“Kalau dibeli dalam bentuk beras semua itu nanti akibatnya hanya enam bulan bisa bertahan digudang-gudang kita. Bagimana kalau misalnya wabah covid-19 berkepanjangan,” tambahnya.

Untuk itu, Gusli mendesak, jika dalam waktu kurung 4 x 24 jam atau empat hari kedepan, Bulog Divre Sultra tidak melakukan pembelian gabah milik petani di Konawe maka, Pemda Konawe akan memblokir gudang bulok di Tuoy.

“Saya kasih waktu 4 x 24 jam, kalau mereka tidak mengambil langkah-langkah menyelematkan petani di Konawe, maka saya yang akan pimpin blokir gudang bulok di Tuoy,” tegasnya. /B

Iklan Pangdam Ucapan Selamat kepad Kapolda