oleh

51 Ribu Masyarakat Konawe Belum Miliki Kartu Sehat

UNAAHA – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan manusia melalui investasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Program Kartu Sehat Konawe (KSK), menjadi salah satu sarana utama dalam mendorong reformasi sektor kesehatan untuk mencapai pelayanan kesehatan yang optimal, termasuk penguatan upaya promotif dan preventif.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara mengatakan, pembangunan kesehatan merupakan prioritas tinggi dan agenda utama pemerintah daerah (Pemda) Konawe. Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

“kebijakan pembangunan kesehatan difokuskan pada penguatan upaya kesehatan dasar yang berkualitas, terutama melalui peningkatan jaminan kesehatan, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar, dan rujukan yang didukung dengan penguatan sistem kesehatan dan peningkatan pembiayaan kesehatan,” katanya

Namun, kata dia, saat ini pelayanan kesehatan di Konawe belum sepenuhnya merata, karena program kesehatan Kartu Sehat Konawe yang dikucurkan Pemerintah daerah belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. “Ada sekitar 51 ribu masyarakat kita yang belum miliki kartu sehat Konawe, tapi kita target hingga 2023 semua masyarakat sudah harus memiliki KSK, agar jaminan kesehatan mereka bisa terpenuhi karena KSK ini memang ditangung Pemda Konawe,” terangnya

Menurutnya, pembangunan kesehatan secara menyeluruh bukan hanya melalui program kartu sehat, tetapi harus ditunjang dengan sarana dan prasarananya. Dan untuk Konawe sendiri saat ini sudah memiliki rumah sakit baru, hal ini merupakan upaya untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan di daerah lumbung padi itu. “Kita berkomitmen meningkatkan sektor kesehatan, agar masyarakat bisa mendapat layanan kesehatan dengan mudah dan betul-betul mereka manfaatkan,” tutupnya.

Redaksi


Terkini